Jumat, 10 Mei 2013

lima Macam Hidayah

Lima Macam Hidayah Allah

Dalam Tafsir Munir karya Dr. Wahbah Az Zuhaily, hidayah ada lima macam. Adapun kelima hidayah tersebut adalah sebagai berikut :

1. Hidayah ilhami. Hidayah ini adalah fitrah yang Allah SWT berikan kepada semua makhluk ciptan-Nya. Dalam bahasa kita, hidayah ilhami ini adalah insting, yang merupakan tingkat inteligensi paling rendah.Contohnya, Allah SWT memberikan hidayah ilhami kepada lebah yang suka hinggap di bunga untuk mengambil saripatinya, atau seorang bayi yang lapar diberi hidayah ilhami oleh Allah SWT untuk menangis dan merengek-rengek pada ibunya agar diberi ASI.

2.Kedua, hidayah hawasi. Hidayah hawasi adalah hidayah yang membuat makhluk Allah SWT mampu merespon suatu peristiwa dengan respon yang sesuai. Contohnya adalah, ketika manusia mendapatkan kebahagiaan maka ia akan senang dan jika mendapatkan musibah maka ia akan sedih. Dalam istilah kita, hidayah hawasi ini adalah kemampuan inderawi.

3.Ketiga, hidayah aqli (akal). Hidayah akal adalah hidayah yang diberikan khusus pada manusia yang membuatnya bisa berfikir untuk menemukan ilmu dan sekaligus merespon peristiwa dalam kehidupannya dengan respon yang bermanfaat bagi dirinya. Hidayah akal akan bisa kita miliki manakala kita selalu mengambil pelajaran dari segala sesuatu, segala peristiwa, dan seluruh pengalaman hidup kita ataupun orang lain.

4.Hidayah dien (agama). Hidayah agama adalah sebuah panduan ilahiyah yang membuat manusia mampu membedakan antara yang hak dan yang batil, antara yang baik dan yang buruk. Hidayah agama ini merupakan standard operating procedure (SOP) untuk menjalani kehidupan. Tentunya yang membuatnya adalah yang Maha segala-galanya, yang menciptakan manusia itu sendiri, yaitu Allah SWT. Karena yang Allah SWT tentukan, pastilah itu yang terbaik.

5 Hidayah taufiq. Hidayah taufiq adalah adalah hidayah yang membuat manusia hanya akan menjadikan agama sebagai panduan hidup dalam menjalani kehidupannya. Hidayah taufiq ibarat benih yang Allah SWT semaikan di hati yang tidak hanya bersih dari segala hama penyakit, tetapi juga subur dengan tetesan robbani.

Hidayah Allah SWT memerlukan perjuangan untuk mendapatkannya. Semakin besar perjuangan dan kesungguhan kita, maka insya Allah kita akan semakin mudah mendapatkannya, karena semuanya tergantung kepada usaha kita. Hidayah Allah SWT ibarat sinar matahari yang menyinari seluruh alam ini, dan kita adalah penerima sinar tersebut. Jika kita membuka diri dengan hati yang bersih maka kita akan mudah untuk mendapatkan sinar hidayah Allah SWT. Tapi jika kita menutupi hati dan diri kita dengan kotoran dan hama penyakit hati maka kita akan sulit untuk mendapatkan sinar hidayah-Nya.

Wallahu a’lam.

Sahabat Rahimakumullah, mari ajak sahabat yang lainnya untuk bergabung dalam group ini..
Jazakumullah khairan :)

Sabtu, 23 Februari 2013

Kisah-kisah Adam & Hawa | fakta islam


Kisah-kisah Adam & Hawa | fakta islam



فَدَلَّاهُمَا بِغُرُورٍ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُلْ لَكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُبِينٌ 
QS.Al'Araf 22
Fadallāhumā Bighurūrin Falammā Dhāqā Ash-Shajarata Badat Lahumā Saw'ātuhumā Wa Ţafiqā Yakhşifāni `Alayhimā Min Waraqi Al-Jannati Wa Nādāhumā Rabbuhumā 'Alam 'Anhakumā `An Tilkumā Ash-Shajarati Wa 'Aqul Lakumā 'Inna Ash-Shayţāna Lakumā `Adūwun Mubīnun



maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"

kita sebagai manusia yang beriman harus belajar dari kesalahan nabi Adam dan Hawa yang melanggar apa yang telah dilarang oleh Allah,Dan azab Allah itu nyata.seperti keduanya kita harus segera bertaubat bila melanggar hukum Allah dengan sepenuh hati.Yang paling harus kita tegaskan, setan adalah musuh yang nyata bagi kita dengan segala bujuk rayunya yang membuai manusia.

Kisah Nabi Adam dan Hawa Lengkap 
Nabi Adam as dan Siti Hawa - Bismillahirrahmaanirrahiim Kisah Nabi Adam AS dan Siti Hawa Dalam AlQuran Lengkap dimana diceritakan Dalam kisah Nabi Adam dan siti Hawa yang sering kita dengar yaitu bahwa nabi Adam dan Hawa dahulu hidup di surga



Nabi Adam as
Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya, laut-lautannya dantumbuh - tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya,bulan dan bintang- bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasadengan hamba-hamba terutama para rasul dan Nabinya maka tibalah kehendak Allahs.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumimemeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya,mengelola kekayaan yang terpendam didalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yangtelah ditakdirkan baginya.

KekHawatiran Para Malaikat.
Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya menciptakanmakhluk lain itu, mereka khuatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yanglain itu,disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugasatau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari. Berkata mereka kepadaAllah s.w.t.:"Wahai Tuhan kami!Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selainkami,padahal kami selalu bertasbih,bertahmid,melakukan ibadah dan mengagungkannama-Mu tanpa henti-hentinya,sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkanke bumi itu,nescaya akan bertengkar satu dengan lain,akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam didalamnya,sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhanciptakan itu."Allah berfirman,menghilangkan kekhuatiran para malaikat itu:"Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahuihikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku.Bila Aku telah menciptakannya danmeniupkan roh kepada nya,bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah,karena Allah s.w.t. melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya."Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah s.w.t.dari segumpal tanah liat,kering danlumpur hitam yang berbentuk.Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaanTuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna


Iblis Membangkang.
Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yanglain,yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allahyang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh diatasnya serta yang terpendam di dalamnya.Iblis merasa dirinya lebih mulia,lebih utamadan lebih agung dari Adam,karena ia diciptakan dari unsur api,sedang Adam dari tanahdan lumpur.Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa

rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain,walaupundiperintah oleh Allah.Tuhan bertanya kepada Iblis:"Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatuyang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?"Iblis menjawab:"Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia.Engkau ciptakan akudari api dan menciptakannya dari lumpur."Karena kesombongan,kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yangdiperintahkan,maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir dari syurga danmengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akanmelekat pd.dirinya hingga hari kiamat.Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghunineraka.Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohonagar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali dihari kiamat.Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai harikebangkitan,tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu,bahkansebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adam,sebagai sebab terusirnya dia darisyurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat,dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurusdan bersamanya menempuh jalan yang sesat,mengajak mereka melakukan maksiat danhal-hal yang terlarang,menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama danmempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu:"Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi nerakaJahanam dan bahan bakar neraka.Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidahyang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakansegala kepandaianmu menghasut dan memfitnah."

Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda.
Allah hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam danmenyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumi,maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alamsemesta,kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya:"Cubalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu,jika kamu benar merasa lebihmengetahui dan lebih mengerti dari Adam."Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka.Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dengan berkata:"Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang

sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajakan kepada kami.Sesungguhnya Engkaulah YangMaha Mengetahui dan Maha Bijaksana."Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama itu kepada paramalaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam,berfirmanlah Allah kepAdamereka:"Bukankah Aku telah katakan pAdamu baHawa Aku mengetahui rahsia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan."

Adam Menghuni Syurga.
Adam diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya,menghilangkan rasa kesepiannya danmelengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita paraulamat Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiridiwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga,ia melihat Hawa sudah berada disampingnya.ia ditanya oleh malaikat:"Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?"Berkatalah Adam:"Seorang perempuan."Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan olehAllah kepadanya."Siapa namanya?"tanya malaikat lagi."Hawa",jawab Adam."Untuk apaTuhan menciptakan makhluk ini?",tanya malaikat lagi.Adam menjawab:"Untuk mendampingiku,memberi kebahagian bagiku dan mengisikeperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah."Allah berpesan kepada Adam:"Tinggallah engkau bersama isterimu di syurga,rasakanlahkenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya,rasailah dan makanlah buah-buahan yanglazat yang terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar,dahaga ataupun letih selama kamu berada didalamnya.Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akanmenyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang zalim.Ketahuilah baHawaIblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu,ia akan berusaha membujuk kamu danmenyeret kamu keluar dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedangnikmat ini."

Iblis Mulai Beraksi.
Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh allah dari Syurga akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yangmenjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir darisinggahsana kebesarannya.Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepadaAdam dan Hawa yang sedang hidup berdua di syurga yang tenteram, damai dan bahagia.Ia menyatakan kepada mereka baHawa ia adalah kawan mereka dan ingin memberinasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka.Segala caradan kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan

Hawa baHawa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka.Iamembisikan kepada mereka bahwa.larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buahyang ditunjuk itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelmamenjadi malaikat dan akan hidup kekal.Diulang-ulangilah bujukannya denganmenunjukkan akan harumnya bau pohon yang dilarang indah bentuk buahnya dan lazatrasanya.Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan Tuhan.Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud: "Tidakkah Akumencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telahingatkan kamu baHawa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata."Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia baHawa mereka telah terlanggar perintah Allah dan baHawa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa besar.Seraya menyesal berkatalah mereka:"Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiayadiri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena bujukanIblis.Ampunilah dosa kami karena nescaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami."

Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi.
Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaranyang mereka telah lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan menghilangkanrasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadimangsa bujukan dan rayuannya yang manis namun berancun itu.Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah danselanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itumenjadi pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu dayadan bujukan Iblis yang terlaknat itu.Harapan untuk tinggal terus di syurga yang telah pudar karena perbuatan pelanggaran perintah Allah,hidup kembali dalam hati dan fikiranAdam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan baHawa redha Allah serta rahmatnya akan tetapmelimpah di atas mereka untuk selama-lamanya.Akan tetapi Allah telah menentukandalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka.Allah s.w.t.yang telah menentukan dalam takdir-nya baHawa bumi yang penuh dengankekayaan untuk dikelolanya,akan dikuasai kepada manusia keturunan Adammemerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu.Berfirmanlah Allah kepada mereka:"Turunlah kamuke bumi sebagian daripada kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain kamu dapattinggal tetap dan hidup disan sampai waktu yang telah ditentukan."Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yang jauh berlainandengan hidup di syurga yang pernah dialami dan yang tidak akan berulangkembali.Mereka harus menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan dukanyadan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-

beda warna kulit dan kecerdasan otaknya.Umat manusia yang akan berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu menjadi musuh yanglain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga dariwaktu ke waktu Allah mengutus Nabi-Nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama manusia jalanyang menuju kepada redha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.

Kisah Adam dalam Al-Quran.
Al_Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di antaranya surahAl_Baqarah ayat 30 sehingga ayat 38 dan surah Al_A'raaf ayat 11 sehingga 25

Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam.
BaHawasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-laranganAllah dan dalam apa yang diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat dicapai oelhotak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu baHawa Allah akan menciptakan manusia - keturunanAdam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatandan bertanya-tanya mengapa dan untuk apa Allah menciptakan jenis makhluk laindaripada mereka yang sudah patuh rajin beribadat, bertasbih, bertahmid danmengagungkan nama-Nya.BaHawasanya manusia walaupun ia telah dikurniakan kecergasan berfikir dan kekuatanfizikal dan mental ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifatlalai, lupa dan khilaf.Hal mana telah terjadi pada diri Nabi Adam yang walaupun ia telahmenjadi manusia yang sempurna dan dikurniakan kedudukan yang istimewa di syurga iatetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yang lemah itu.Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya tentang pohon terlarang dan tentang Iblis yang menjadimusuhnya dan musuh seluruh keturunannya, sehingga terperangkap ke dalam tipu dayadan terjadilah pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap laranganAllah.BaHawasanya seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosatidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia sedar akankesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali.Rahmat allah danmaghfirah-Nya dpt mencakup segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dengan kesedaran bertaubat dan pengakuankesalahan.Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan.LihatlahIblis yang turun dari singgahsananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorang malaikatdan diusir oleh Allah dari syurga dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekatkepada dirinya hingga hari Kiamat karena kesombongannya dan kebanggaaannya denganasal-usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam danmenolak untuk sujud menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah s.w.t.

Hati Islam yang Pemaaf


Pada saat Perang Uhud, kaum Muslim banyak yang gugur, bahkan wajah Rasulullah terluka tersayat pedang. Darah bercucuran dan satu gigi beliau tanggal terkena tombak musuh.

Pada saat itu, ada sebagian sahabat yang berkata, “Ya Rasulullah, berdoalah untuk kebinasaan orang-orang musyrik.”

Dengan suara lirih menahan rasa sakit, beliau menjawab, “Tidak, aku bukan tukang laknat. Sesungguhnya aku diutus sebagai pembawa rahmat.” (HR Muslim)

Ketika Rasulullah berdakwah di Thaif, beliau disambut dengan lemparan batu. Akibatnya, sekujur tubuhnya bersimbah darah. Beliau berjalan tertatih-tatih menyeret kakinya yang penuh darah dan berlindung di kebun anggur milik Utbah dan Saibah bin Rabi'ah.

Malaikat Jibril merasa iba menyaksikan penderitaan kekasih Allah yang telah dinista. Kemudian Jibril berbisik, “Ya Rasulullah, sesungguhnya Allah sudah mendengar apa yang dikatakan kaummu kepadamu dan apa yang mereka lakukan terhadap dirimu. Allah telah mengutus malaikat penjaga gunung. Agar engkau memerintahkan sesuatu menurut apa yang kau kehendaki.”

Beliau bersabda, “Sungguh, aku berharap bahwa kelak Allah akan mengeluarkan dari mereka anak-anak yang menyembah Allah dan tidak pernah mempersekutukannya.” (HR Bukhari-Muslim)

Betapa berat penderitaan Rasulullah di Thaif. Penderitaan itu terasa sangat menyakitkan, bahkan lebih berat dari yang dialami beliau sewaktu Perang Uhud. Namun, beliau tetap memperlakukan mereka yang telah menganiayanya dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.

Peristiwa lain yang sangat spektakuler adalah ketika Rasulullah bersama kaum Muslim memasuki Kota Makkah dan meraih kemenangan (Fathu Makkah). Kaum Quraisy yang telah menganiaya dan membunuh kaum Muslim, hatinya terasa kecut karena takut akan pembalasan Rasulullah.

Namun, Rasul memahami kegelisahan dan kegundahan mereka. Beliau bersabda, “Aku akan mengucapkan apa yang diucapkan oleh saudaraku Yusuf bahwa pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampunimu.” (QS Yusuf: 92).

Berbagai peristiwa yang dialami Rasulullah bukan saja sebuah keteladanan tentang pemaafan dan kebesaran jiwa yang agung, melainkan sebuah pelajaran bagi kita bahwa menyampaikan kebenaran harus diiringi dengan sikap lemah lembut, penuh kasih sayang, dan menjauhi sikap kasar.

“Maka, disebabkan rahmat Allah, kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka...” (QS Ali Imran [3]: 159).

Karena keagungan akhlak Rasulullah itu pula, beliau mendapat dua gelar dari Asma Allah, yakni Ro'ufur Rahim, yang berarti penyantun dan penyayang. (QS at-Taubah [9]:128 ).

Sifat pemaaf, penyayang, dan bersikap lemah lembut adalah mutiara akhlak setiap pribadi Muslim. Ibaratnya, bila ada rombongan yang membenci dan dendam datang untuk menginap, seorang Muslim itu akan berkata, “Maaf Tuan, kamar hatiku telah penuh dengan tamu-tamu cinta, tidak ada lagi ruangan kosong yang tersedia di kamar hatiku.” Inilah sikap seorang Muslim yang tidak lain hanyalah menghasilkan untaian cinta. Wallahu a'lam.